Inilah Peran Utama IgM dan IgG Dalam Proses Pengobatan TORCH

Banyak masyarakat belum tahu secara lengkap mengenai penyakit TORCH dan segala aspek yang mempengaruhinya. Maka sangat bisa dipahami penderita TORCH di negeri kita ini semakin lama makin meningkat. Sangat perlu sosialisasi lebih pada masyarakat tentang betapa bahaya dan mudah menularnya penyakit yang satu ini.

 

Nah, artikel ini kami maksudkan untuk memberi sedikit pengertian pada masyarakat tentang berbagai hal yang berkaitan dengan penyakit dan pengobatan TORCH. Kali ini kami akan mengulas secara singkat mengenai peran utama IgM dan IgG dalam proses pengobatan TORCH.

 

Sebenarnya sangat sederhana. Telah kita ketahui bersama bahwa virus adalah zat asing berbahaya. Sangat pantas ketika ada suatu zat asing berbahaya masuk ke dalam tubuh kita, maka tubuh kita akan melakukan respon. Nah, keluarnya atau adanya IgM dan AgG merupakan respon alami tubuh kita terhadap adanya virus berbahaya yang masuk.

 

Lalu apa itu IgM dan IgG?

IgM dan IgG sebenarnya adalah jenis-jenis dari antibody alami tubuh manusia. Imunoglobulin atau yang biasa disebut antibodi mengacu pada protein yang mengikat antigen dalam kasus-kasus infeksi tertentu.

 

IgM merupakan respon awal jika dalam tubuh manusia terinfeksi virus (ancaman dari zat asing). Secara alamiah tubuh mengeluarkan IgM untuk melawan infeksi itu. Namun, jika infeksi itu masih bisa bertahan, maka akan dikeluarkan IgG. Biasanya, penderita TORCH melakukan tes IgM dan IgG dalam darahnya untuk mengetahui seberapa infeksi TORCH sudah terjadi.

 

Jika yang ditemukan hanya Igm (positif IgM) maka bisa diperkirakan, infeksi TORCH belum lama terjadi, dibawah 1 sampai 2 minggu. Namun, jika yang ditemukan adalah IgG, maka bisa dipastikan infeksi virus TORCH sudah terjadi lumayan lama. Ini bisa diketahui dari sudah terbentuknya IgG untuk melawan infeksi virus tersebut.  

 

Lebih dalam lagi, Immunoglobulin G atau IgG merupakan antibodi yang ditemukan paling melimpah dalam tubuh manusia. Ia ditemukan dalam semua cairan tubuh dan melindungi tubuh manusia terhadap serangan bakteri dan virus.

 

Berbeda dengan Immunoglobulin M atau AgM. Ia paling banyak ditemukan dalam cairan getah bening dan darah. Ia merupakan antibodi pertama yang diproduksi oleh janin manusia. IgM juga merupakan antibodi pertama yang diproduksi dalam kasus eksposur terhadap penyakit da nserangan benda asing tertentu.

 

Perbedaan penting antara kedua antibodi ini adalah terkait dengan eksposurnya. Antibodi IgM biasanya ditemukan dalam tubuh manusia setelah sudah terpajan penyakit, sedangkan IgG merupakan respon jangka panjang dari tubuh terhadap suatu penyakit.

 

Lebih Dalam Mengenai Reaksi IgM dan IgG

Pada waktu pertama kali terinfeksi (infeksi primer), tubuh manusia secara otomatis membentuk senyawa protein IgM (Immunoglobulin M) sebagai reaksi terhadap masuknya mahluk asing ke dalam tubuh. Senyawa protein ini terbentuk dan dikeluarkan dalam waktu relatif singkat, atau bahkan secara langsung begitu tubuh terkena infeksi.

 

Antibodi IgM akan muncul di minggu pertama terjadinya infeksi, mencapai puncak pada satu bulan, kemudian mengalami penurunan. Pada beberapa individu, IgM dapat tetap terdeteksi beberapa tahun setelah infeksi primer. Namun, secara perlahan-lahan, IgM ini akan menghilang dalam waktu 1-24 bulan kemudian dan bisa timbul lagi bila yang bersangkutan terinfeksi kembali.

 

Nah, baru setelah kira-kira 4 minggu setelah terjadinya infeksi primer akan terbentuk pula IgG (Immunoglobulin G) yang merupakan suatu zat penangkis. IgG ini merupakan protein dengan berat molekul besar. Adanya IgG menunjukkan bahwa dalam tubuh telah terbentuk kekebalan. Jadi, bila titer/angkanya positif berarti tubuh telah membentuk kekebalan terhadap mahluk penyebab infeksi. Secara teoretis IgG ini akan menetap di dalam tubuh. Hanya, kadarnya dapat naik atau turun sesuai kondisi kesehatan seseorang. Namun, pada kebanyakan kasus, IgG terus naik dan IgM menetap.

 

IgG dan IgM yang positif menunjukkan adanya infeksi primer. Bila IgM positif sedangkan IgG negatif berarti menunjukkan adanya infeksi baru. Kita semua tahu bahwa virus TORCH sangat berbahaya bagi siapa pun, tidak peduli itu wanita, pria, anak-anak bahkan bayi sekali pun. jika kita sebagai orang tua atau manusia dewasa tidak melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan sedini mungkin, maka sangat kasihan keturunan-keturunan setelah kita.

 

Demikianlah artikel yang berjudul “Inilah Peran Utama IgM dan IgG Dalam Proses Pengobatan TORCH”. harapan kami, kita semua bisa terhindar dari infeksi virus TORCH sejak dini. Semoga artikel ini bermanfaat.