Waspadai 4 Virus Penyebab TORCH !

Waspadai 4 Virus Penyebab TORCH – TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi virus yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit infeksi virus ini sangat berbahaya bagi janin bila diderita oleh ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

 

Penyakit TORCH seringkali diabaikan oleh penderitanya lantaran gejalanya yang sangat umum. Seseorang yang terinfeksi virus mungkin hanya merasa badan meriang seperti biasa, padahal di dalam tubuhnya sudah tumbuh sel inang virus yang sangat berbahaya.

 

Penyakit TORCH sangat sulit diketahui gejala-gejala awalnya. Pengetahuan yang spesifik dan akurat hanya bisa diperoleh dari pemeriksaan di laboratorium medis dengan alat-alat tertentu. Pemeriksaan TORCH bisa juga dilakukan dengan teknik imunologis.  

 

Ada 4 virus yang menjadi penyebab utama penyakit TORCH. Sesuai dengan namanya, TORCH, yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Berikut adalah ulasan singkat tentang masing-masing jenis virus tersebut:

 

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kebanyakan Toxoplasma menimbulkan gejala yang sulit diketahui. Gejala-gejala ringannya seperti meriang, suhu tubuh naik, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

 

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Orang dengan kondisi seperti itu sangat mudah terjangkit berbagai macam virus.

 

RUBELLA

Infeksi virus Rubella sangat berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka tingkat terjadi kelainannya adalah 50%, (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists).


 

Tanda-tanda dan gejala infeksi virus Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.

 

Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.

 

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu hamil.

 

Jika ibu hamil terinfeksi virus Cytomegalo, maka dapat dipastikan janin yang dikandung mempunyai risiko tertular yang sangat besar. Bayi yang tertular itu akan mengalami berbagai  gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, keterbelakangan mental, ketulian, retardasi mental, dan lain sebagainya.

 

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui jenis infeksi secara lebih dini. Jika infeksi virus termasuk jenis akut, maka mempunyai risiko yang lebih tinggi. Namun jika termasuk jenis berulang, maka memerlukan pengobatan ringan.

 

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi Virus HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi Virus HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat sangat fatal sampai pada kematian.

 

Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh Virus HSV II dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

 

Demikianlah artikel tentang Waspadai 4 Virus Penyebab TORCH. Sebaiknya Anda lakukan langkah pencegahan sebelum terlambat. Jika Anda khawatir sudah terjangkit virus TORCH, langkah terbaik adalah memeriksakannya ke laboratorium. Semoga Anda sekeluarga bisa sembuh dan terhindar dari virus TORCH untuk selamanya. Semoga bermanfaat.